Senin, 08 Desember 2014

Tinggal Di Dekat Bandara



Tinggal Di Dekat Bandara - Sebut saja nama saya iwan (bukan namaku yang sebenarnya). Saya ingin memceritakan pengalamanku selama tinggal di daerah dekat dengan bandara. Dekat bandar udara yang penuh dengan hiruk pikuk kapal terbang.
 
bandara
Ilustrasi Bandara
Pertama adalah pengalamanku waktu kuliah di Yogyakarta. Karena kampusku berkaitan dengan dunia penerbangan, maka wajar dong kalau jaraknya cukup dekat dengan lapangan terbang. Tak jarang saat enak-enak tidur sebuah pesawat jet menderu mendesing di udara dekat tempat tinggal saya. Saat itu saya ngekos di sebuah kos kosan yang cukup membuat saya betah. Terbukti bahwa saya cukup bisa bertahan untuk tinggal selama lebih dari 6 bulan.

Di siang hari saya bisa melihat pesawat glider yang sedang diterbangkan oleh tentara yang sedang berlatih mengemudikan pesawat terbang sebelum dia benar-benar menerbangkan pesawat sungguhan yang ada mesinnya. Pesawat itu sangat elok dilihat, melayang-layang di udara dan berputar putar. (baca alamat lion air jakarta )

Yang kedua waktu saya bekerja di salah satu maskapai penerbangan di Tangerang. Saya tinggal di dekat bandara yang paling ramai se indonesia. Bayangkan saja dalam semenit setidaknya rata-rata ada 1 pesawat yang terbang ataupun mendarat. Belum lagi kalau malam hari kadang-kadang ada pesawat yang sedang run up take off power atau bahasa sederhananya menghidupkan mesin dengan full power dengan posisi pesawat diam di tempat. Dinding-dinding bisa bergetar karenanya. Suaranya sangat bising sekali. Tapi itu tak jadi masalah karena bagian dari resiko tinggal di dekat bandara.


Tulisan Terkait : Kantor Sriwijaya Air

1 komentar: