Senin, 08 Desember 2014

Tugas Maintenance Control Center



Tugas Maintenance Control Center - Dalam dunia penerbangan terdapat operator pesawat terbang yang umum disebut sebagai maskapai penerbangan atau airlines. Sedangkan dalam struktur perusahaan penerbangan terdapat beberapa divisi yang salah satunya adalah divisi teknik. Lebih dalam lagi pada divisi teknik terdapat salah satu bagian departemen MCC (maintenance control center). Nah dalam postingan kali ini penulis hendak menjabarkan secara garis besar tugas apa saja yang terkait dengan departemen tersebut.
 
line-maintenance
ilustrasi
MCC adalah pusat kendali proses perawatan pesawat terbaing baik itu di base ataupun di luar daerah. Untuk itu dia seringkali terlibat komunikasi yang intens dengan pihak atau departemen lainnya seperti PPC, Line Maintenance, Operasi penerbangan dan Quality Control. Itu sebabnya seorang MCC dituntut mengetahui banyak hal tentang teori perawatan pesawat terbang serta prosedur-prosedur standar yang berkaitan dengan perawatan peswat. ( lihat juga kantor sriwijaya air )

Ketika pesawat tiba-tiba dilaporkan adanya kerusakan, maka ia akan memastikan jenis kerusakan serta kemungkinan langkah perbaikan yang akan dikerjakan. Ia juga perlu berkoordinasi dengan Operation Center apabila harus ganti pesawat atau mengalami delay sekian menit/jam. Seorang MCC juga mesti berkoordinasi dengan pihak material dan logistik untuk memastikan adanya spare untuk perbaikan pesawat terbang. 

Sedangkan bila terdapat masalah pelik, di mana pihak line maintenance sudah tidak sanggup lagi mengatasinya maka sangat diperlukan untuk segera meminta penjelasan dan solusi dari pihak engineering.
Begitulah kira-kira tugas dari MCC. Bila pesawat terbang sedang banyak trouble, dia akan sangat sibuk. Intinya informasi tentang kerusakan dan proses perawatan harus dipegang oleh pihak yang satu ini. Sekian uraian singkat tentang tugas MCC. ( Baca juga alamat lion air jakarta )


Tulian Lainnya : Tinggal Di Dekat bandara

Tinggal Di Dekat Bandara



Tinggal Di Dekat Bandara - Sebut saja nama saya iwan (bukan namaku yang sebenarnya). Saya ingin memceritakan pengalamanku selama tinggal di daerah dekat dengan bandara. Dekat bandar udara yang penuh dengan hiruk pikuk kapal terbang.
 
bandara
Ilustrasi Bandara
Pertama adalah pengalamanku waktu kuliah di Yogyakarta. Karena kampusku berkaitan dengan dunia penerbangan, maka wajar dong kalau jaraknya cukup dekat dengan lapangan terbang. Tak jarang saat enak-enak tidur sebuah pesawat jet menderu mendesing di udara dekat tempat tinggal saya. Saat itu saya ngekos di sebuah kos kosan yang cukup membuat saya betah. Terbukti bahwa saya cukup bisa bertahan untuk tinggal selama lebih dari 6 bulan.

Di siang hari saya bisa melihat pesawat glider yang sedang diterbangkan oleh tentara yang sedang berlatih mengemudikan pesawat terbang sebelum dia benar-benar menerbangkan pesawat sungguhan yang ada mesinnya. Pesawat itu sangat elok dilihat, melayang-layang di udara dan berputar putar. (baca alamat lion air jakarta )

Yang kedua waktu saya bekerja di salah satu maskapai penerbangan di Tangerang. Saya tinggal di dekat bandara yang paling ramai se indonesia. Bayangkan saja dalam semenit setidaknya rata-rata ada 1 pesawat yang terbang ataupun mendarat. Belum lagi kalau malam hari kadang-kadang ada pesawat yang sedang run up take off power atau bahasa sederhananya menghidupkan mesin dengan full power dengan posisi pesawat diam di tempat. Dinding-dinding bisa bergetar karenanya. Suaranya sangat bising sekali. Tapi itu tak jadi masalah karena bagian dari resiko tinggal di dekat bandara.


Tulisan Terkait : Kantor Sriwijaya Air